Blog Archives

BANDUNG, (PRLM).- Penggunaan minyak goreng curah diharapkan bisa dikurangi secara bertahap hingga 2015. Minyak goreng kemasan dinilai lebih higienis dan memiliki kestabilan nilai ekonomi.

“Sosialisasi ini untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengalihkan konsumsi minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan yang lebih sehat dan higienis. Diharapkan, pada tahun 2015 masyarakat Indonesia sudah tidak ada lagi yang mengonsumsi minyak goreng curah,” kata Sekretaris Jenderal Perdagangan Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman, saat sosialisasi dan promosi “Minyakita”, di Pasar Kosambi Bandung, Kamis (10/11).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Ferry Sofwan, serta sejumlah pejabat di Kementerian Perdagangan.

“Minyakita” merupakan nama produk minyak goreng kemasan hasil kerjasama pemerintah dengan sejumlah produsen minyak goreng nasional. Produk yang dijual dalam kemasan sederhana tersedia dalam kemasan 1 liter, 1/2 liter, dan 1/4 liter. Mutu produk telah disesuaikan dengan standar baku mutu minyak goreng yang berlaku di Indonesia menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ardiansyah mengatakan, program “Minyakita” diluncurkan untuk mendukung stabilisasi harga dan kualitas pangan masyarakat. Sejak awal pekan ini, sejumlah distributor telah mengedarkan minyak tersebut ke sejumlah pasar. Sosialisasi produk di tingkat nasional dilakukan di sejumlah kota besar dengan titik awal di Kota Bandung. Khusus untuk kawasan Bandung raya, sosialisasi dipusatkan di empat pasar tradisional, yaitu Pasar Kosambi, Pasar Cicadas, Pasar Sederhana, serta Pasar Ancol, dengan harga jual sekitar Rp 9.500 per kemasan 1 liter.

Lebih lanjut dia menuturkan, hingga saat ini porsi penggunaan minyak curah cenderung lebih besar. Sekitar 63% kebutuhan minyak goreng nasional dipenuhi konsumen dalam bentuk minyak curah. Padahal minyak goreng kemasan, kata Ardiansyah, sebenarnya cenderung lebih higienis. Selain itu, harga minyak yang sudah dikemas lebih stabil, tidak terlalu banyak terpengaruh harga internasional.

Sementara salah seorang pedagang di Pasar Kosambi, Dadan mengatakan, sejak diterima dari distributor dua hari lalu, Minyakita sudah mulai dibeli konsumen. Namun seperti lazimnya produk yang baru diperkenalkan, konsumen cenderung membeli untuk uji coba terlebih dahulu. Dengan demikian, masih perlu waktu untuk membuktikan kualitas minyak goreng ini dari sisi kepuasan konsumen.

Namun di sisi lain, dia mengatakan, perbedaan harga dari tingkat distributor membuatnya bingung. Kendati tetap berada di bawah harga minyak curah, setiap distributor menawarkan ke pedagan dengan harga jual bervariasi. Dia berharap, ada kejelasan harga atau semacam acuan agar perbedaan harga tidak terlampau senjang. (A-179/das


Category: Uncategorized
PENGUMUMAN UMUM

WEB PRETOPER
( Prediksi Togel Perawan )
BUKAN SITUS JUAL PREDIKSI
KAMI TIDAK PERNAH
MENJUAL PREDIKSI KE SIAPAPUN DAN DIMANAPUN
APABILA ADA YANG MENGGUNAKAN
NAMA NAMA KAMI
ITU TINDAKAN ORANG
YANG MEMANFAATKAN NAMA KAMI
HANYA UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI
DSB

PENGUNJUNG




Komentar Terakhir anda

ozyhebat on SGP RABU
ozyhebat on HK SELASA
ozyhebat on SGP RABU
ANGKA TERBAIK on SGP RABU
salsahebat on SD RABU
salsahebat on HK RABU
salsahebat on LS RABU
salsahebat on KR RABU

ADMIN PTP
SALSAHEBAT OZY PTP

LOGIN